Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Amalan-amalan Ibadah Saat Umrah.

    Nov 13 2024126 Dilihat

    Amalan-amalan Ibadah saat umrah.

     

    Saat menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci, terdapat serangkaian amalan yang dianjurkan untuk dilakukan agar ibadah berjalan dengan sempurna dan sesuai sunnah. Berikut adalah amalan-amalan utama dalam rangkaian ibadah umrah:

    1. Niat dan Ihram:
      • Umrah dimulai dengan mengenakan ihram (kain putih tanpa jahitan bagi pria dan pakaian sederhana bagi wanita) di miqat, yaitu tempat yang telah ditentukan sebagai awal memasuki kondisi ihram.
      • Niat umrah dilakukan di dalam hati dan diiringi dengan membaca, “Labbaikallahumma Umratan” yang berarti “Aku memenuhi panggilan-Mu untuk melakukan umrah.”
      • Setelah berniat, jamaah memasuki kondisi ihram dan mengikuti aturan ihram, seperti menjauhi larangan-larangan tertentu, misalnya tidak memotong rambut atau kuku, tidak menggunakan wewangian, dan lainnya.
    2. Tawaf:
      • Tawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, dimulai dari Hajar Aswad (batu hitam) dan berakhir di titik yang sama.
      • Selama tawaf, disunnahkan membaca doa-doa atau dzikir yang dipilih, misalnya “Subhanallah,” “Alhamdulillah,” dan “Allahu Akbar.”
      • Tawaf ini disebut Tawaf Umrah dan merupakan bagian inti dari umrah.
    3. Shalat Sunnah di Belakang Maqam Ibrahim:
      • Setelah menyelesaikan tawaf, jamaah dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, atau di tempat lain yang memungkinkan di Masjidil Haram jika kondisi sedang ramai.
      • Pada rakaat pertama, disunnahkan membaca surat Al-Kafirun setelah Al-Fatihah, dan pada rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlas.
    4. Minum Air Zamzam:
      • Setelah shalat sunnah, jamaah disunnahkan untuk minum air Zamzam sambil menghadap Ka’bah. Banyak jamaah yang berdoa setelah meminum air Zamzam, memohon keberkahan dan kesehatan.
    5. Sa’i (Berjalan dari Safa ke Marwah):
      • Sa’i dilakukan dengan berjalan bolak-balik antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali (dari Safa ke Marwah dihitung satu kali).
      • Setiap kali mencapai Safa dan Marwah, jamaah dianjurkan untuk menghadap Ka’bah, mengangkat tangan, dan berdoa.
      • Dalam perjalanan sa’i, disunnahkan membaca doa dan dzikir seperti “Rabbighfir warham wa anta Khairur Rahimin” atau doa lainnya.
    6. Tahallul (Memotong atau Mencukur Rambut):
      • Setelah menyelesaikan sa’i, jamaah melakukan tahallul dengan cara mencukur seluruh rambut kepala (lebih dianjurkan untuk pria) atau memotong sebagian rambut (sekitar 1–3 cm) bagi wanita.
      • Dengan tahallul, jamaah keluar dari kondisi ihram dan larangan-larangan ihram tidak berlaku lagi.

    Selain amalan-amalan inti di atas, berikut adalah beberapa amalan tambahan yang dianjurkan saat berada di Tanah Suci:

    • Shalat Berjamaah di Masjidil Haram: Melaksanakan shalat lima waktu di Masjidil Haram sangat dianjurkan karena keutamaannya yang besar. Shalat di Masjidil Haram memiliki pahala yang sangat besar dibandingkan di masjid lain.
    • Memperbanyak Dzikir dan Doa: Sepanjang berada di Masjidil Haram atau di sekitar Ka’bah, jamaah dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa, terutama di tempat-tempat mustajab.
    • Mencari Lailatul Qadar (jika di bulan Ramadhan): Jika umrah dilakukan di bulan Ramadhan, malam-malam terakhir menjadi kesempatan untuk mencari Lailatul Qadar di Masjidil Haram, yang memiliki keutamaan besar.

    Dengan melaksanakan amalan-amalan ini secara khusyuk dan penuh keikhlasan, umrah di Tanah Suci bisa menjadi ibadah yang mabrur dan membawa berkah besar dalam kehidupan.

     

    Alangkah Indahnya di tempat yang Mustajabah di haromain kita mendesain Proposal hidup atau Impian keluarga Kita.

     

    Benar sekali, berada di tempat yang mustajab seperti Haramain (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi) adalah momen yang sangat istimewa untuk merancang proposal hidup atau impian keluarga kita. Di tempat yang penuh keberkahan dan doa-doa yang diijabah, kita berada dalam suasana spiritual yang mendalam, yang membuat hati lebih terbuka dan pikiran lebih jernih.

    Beberapa alasan mengapa momen ini sangat istimewa untuk mendesain impian hidup dan keluarga adalah:

    1. Kekuatan Spiritual dan Keberkahan Tempat: Haramain adalah tempat di mana ribuan bahkan jutaan doa dilantunkan setiap harinya oleh umat Islam dari seluruh dunia. Dengan berada di tempat ini, doa-doa kita untuk masa depan keluarga dan rencana hidup seakan-akan memiliki energi spiritual yang lebih kuat. Banyak orang percaya bahwa doa-doa yang diucapkan di sini lebih cepat dijawab dan lebih penuh keberkahan.
    2. Menyelaraskan Impian dengan Nilai-Nilai Spiritual: Di tempat suci, kita diingatkan akan tujuan hidup yang sebenarnya, yaitu mendekatkan diri kepada Allah. Di tengah ketenangan dan suasana ibadah, kita lebih mudah merancang impian yang sesuai dengan nilai-nilai agama, seperti keberkahan dalam harta, kedamaian dalam rumah tangga, pendidikan yang baik bagi anak-anak, dan tujuan hidup yang diridhai oleh Allah.
    3. Meminta Bimbingan dan Kekuatan: Saat berdoa di tempat mustajab, kita bisa meminta kekuatan dan bimbingan Allah agar diberikan jalan terbaik dalam mencapai impian kita. Impian yang telah kita rancang mungkin penuh tantangan, tetapi dengan doa, kita bisa memohon agar Allah selalu menyertai langkah-langkah kita.
    4. Melibatkan Keluarga dalam Momen Doa: Jika berada di sana bersama keluarga, kita bisa berdoa bersama dan menguatkan tekad bersama. Momen ini bisa menjadi saat yang sangat berkesan bagi keluarga, menciptakan ikatan batin yang lebih kuat dan menumbuhkan semangat untuk saling mendukung dalam mencapai impian keluarga.
    5. Refleksi dan Introspeksi: Haramain adalah tempat yang sangat tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Merenungkan apa yang telah kita capai dan di mana kekurangan kita selama ini dapat memberikan arahan yang lebih baik untuk membuat rencana hidup ke depan.
    6. Berdoa untuk Keturunan dan Generasi Selanjutnya: Selain impian untuk diri sendiri, kita bisa memohon kebaikan dan keberkahan untuk anak-anak kita, agar mereka menjadi generasi yang berakhlak mulia dan berguna bagi agama dan bangsa.

    Semoga dengan mendesain proposal hidup dan impian di tempat yang mustajab, kita diberikan ketetapan hati dan jalan yang lapang untuk mewujudkannya, serta diridhai oleh Allah. Tempat ini adalah titik awal yang sempurna untuk mengawali langkah menuju masa depan yang lebih baik, penuh berkah, dan sesuai dengan nilai-nilai agama.

    ( DR Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top