Ustadzfaqih • Okt 31 2024 • 130 Dilihat

Fokus dan Memilih Aktivitas yang bermanfaat.
Rasulullah SAW bersabda, ” Di antara tanda bagusnya Islam seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.” ( HR. At-Tirmidzi )
Benar sekali, hadits ini adalah salah satu pedoman penting dalam Islam tentang sikap dan perilaku. Rasulullah ï·º bersabda:
“Di antara tanda bagusnya Islam seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.”(HR. At-Tirmidzi)
Hadits ini mengajarkan tentang pentingnya menjaga fokus dan memilih aktivitas yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Meninggalkan hal yang tidak bermanfaat (laa ya’ni) berarti tidak hanya menjauhi aktivitas sia-sia tetapi juga menghindari pembicaraan atau perbuatan yang tidak berfaedah, yang bisa mengurangi kualitas iman dan ketakwaan kita.
Berikut adalah beberapa hikmah penting dari hadits ini:
Hadits ini merupakan prinsip dasar dalam mencapai kehidupan yang produktif, bermakna, dan penuh berkah. Rasulullah ï·º menekankan bahwa seorang Muslim yang baik adalah mereka yang menggunakan hidupnya dengan bijaksana, memilih aktivitas yang berfaedah, dan meninggalkan hal yang sia-sia.
Sibukkan dirimu dengan menyucikan hatimu terlebih dahulu. karena itu adalah kewajiban, kemudian berusahalah meraih makrifat.
Benar sekali! Nasihat untuk menyibukkan diri dengan menyucikan hati terlebih dahulu adalah pesan yang sangat mendalam dalam Islam. Menyucikan hati adalah kewajiban bagi setiap Muslim karena hati yang bersih dan suci merupakan landasan utama untuk meraih kedekatan dengan Allah serta memahami hakikat makrifat (pengetahuan sejati tentang Allah).
Berikut adalah tahapan dan alasan penting mengapa penyucian hati harus diutamakan sebelum meraih makrifat:
Dengan demikian, menyucikan hati adalah prasyarat mutlak sebelum berusaha mencapai makrifat. Hanya dengan hati yang bersih dan tulus, seorang hamba dapat benar-benar mendekat kepada Allah, memahami hakikat-Nya, dan menjalani hidup dengan penuh keberkahan serta cinta kepada-Nya.
( DR Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu â...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.