Ustadzfaqih • Sep 05 2025 • 83 Dilihat

Menyatunya Hati dan Pikiran Membuka Tabir Keajaiban Bertubi
Pendahuluan: Kekuatan Keselarasan Batin
Dalam kehidupan, banyak orang merasa lelah karena pikirannya berjalan ke satu arah, sementara hatinya ke arah lain. Pikiran dipenuhi ambisi dunia, hati merindukan ketenangan akhirat. Pikiran merancang seribu langkah, hati merasa gamang. Inilah sebab mengapa banyak doa tidak kunjung terkabul: karena hati dan pikiran tidak menyatu.
Padahal, ketika hati (qalb) dan pikiran (‘aql) berpadu dalam keselarasan iman, muncullah energi besar yang membuka pintu keajaiban.
Islam dan Harmoni Hati-Pikiran
Al-Qur’an sering menyeru kita untuk menggunakan akal sekaligus menjaga hati:
Ketika keduanya selaras, akal menuntun jalan, hati menghidupkan keyakinan.
Bagaimana Menyatukan Hati dan Pikiran
Ketika Hati dan Pikiran Menyatu: Keajaiban Datang
Kisah Inspiratif
Seorang sahabat Nabi, Anas bin Malik, meriwayatkan bahwa ada seorang lelaki yang datang kepada Rasulullah SAW dan mengadukan kesusahannya. Rasulullah berkata:
“Perbanyaklah membaca ‘La haula wa la quwwata illa billah’ (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).”
Ia pun mengamalkannya dengan sepenuh hati dan pikiran. Tak lama kemudian, kesusahannya lenyap dan pintu rezekinya terbuka luas.
Kisah ini mengajarkan bahwa ketika hati yakin dan pikiran fokus pada doa, tabir keajaiban terbuka bertubi.
Refleksi: Jalan Menuju Miracle
Miracle bukanlah sesuatu yang jauh, ia dekat dengan kita.
Penutup
Menyatunya hati dan pikiran adalah kunci pembuka tabir keajaiban. Jika keduanya selaras dalam iman dan tawakal, hidup akan dipenuhi pertolongan Allah. Keajaiban tidak lagi menjadi sesuatu yang mustahil, tetapi menjadi buah dari keyakinan yang teguh.
Doa:
Ya Allah, satukan hati dan pikiran kami dalam jalan-Mu. Jadikan setiap langkah kami penuh cahaya, penuh keyakinan, dan penuh keajaiban. Jangan biarkan hati kami goyah dan pikiran kami tersesat, bimbinglah kami menuju ridha-Mu. Amin.
( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo )
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.