Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Tanda-tanda Orang yang Berada di Jalan yang benar dan Diridhoi Allah SWT.

    Agu 08 202596 Dilihat

    Tanda-tanda Orang yang Berada di Jalan yang Benar dan Diridhai Allah SWT

     

     

    Pendahuluan

    Setiap manusia menginginkan hidup yang tenang, hati yang damai, dan akhir yang bahagia. Namun, tidak semua orang mengetahui arah jalan yang benar dan bagaimana menjaga diri agar tetap di dalamnya. Allah SWT telah membimbing kita melalui wahyu dan teladan para Nabi, menunjukkan bahwa keselamatan dunia dan akhirat hanya akan diraih oleh mereka yang menapaki ash-shirath al-mustaqim — jalan yang lurus.

    Allah berfirman:

    وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِي مُسۡتَقِيمٗا فَٱتَّبِعُوهُۖ وَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِيلِهِۦۚ ذَٰلِكُمۡ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

    1. dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. (QS. Al-An’am: 153)

    Pertanyaannya: bagaimana kita tahu bahwa kita berada di jalan itu? Berikut tanda-tanda yang Allah dan Rasul-Nya tunjukkan.

     

    1. Aqidah yang Lurus dan Bersih dari Syirik

    Tanda pertama dan paling utama adalah kemurnian tauhid — mengesakan Allah dalam ibadah, cinta, harapan, dan rasa takut.

    • Tidak menggantungkan hati pada makhluk, jabatan, atau kekuatan selain Allah.
    • Menjauh dari segala bentuk syirik, baik yang besar (menyembah selain Allah) maupun kecil (riya’, bergantung pada selain Allah dalam hati).

    Dalil:

    قُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ يُوحَىٰٓ إِلَيَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۖ فَمَن كَانَ يَرۡجُواْ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلۡيَعۡمَلۡ عَمَلٗا صَٰلِحٗا وَلَا يُشۡرِكۡ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدَۢا

    1. Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.

     

    “Barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan jangan mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”
    (QS. Al-Kahfi: 110)

     

    1. Konsisten dalam Ibadah Wajib dan Sunnah

    Orang yang berada di jalan yang benar menjaga shalat lima waktu tepat waktu, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berusaha memperbanyak ibadah sunnah. Konsistensi ini adalah tanda kedekatan dengan Allah.

    Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits Qudsi:

    “Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya…”
    (HR. Bukhari)

     

    1. Akhlak yang Mulia dan Menjauhi Perilaku Tercela

    Jalan yang benar melahirkan budi pekerti yang luhur: jujur, sabar, rendah hati, santun, dan dermawan. Ia menahan diri dari ghibah, iri hati, sombong, dan marah yang berlebihan.

    Dalil:

    “Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kalian.”
    (QS. Al-Hujurat: 13)

     

    1. Hatinya Lembut Menerima Kebenaran

    Tanda lain adalah hati yang terbuka terhadap nasihat dan kebenaran, meskipun datang dari orang yang lebih muda atau lebih rendah kedudukannya. Ia tidak keras kepala atau membela kesalahan diri.

    Dalil:

    “Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum di antara mereka ialah ucapan: ‘Kami mendengar dan kami taat’.”
    (QS. An-Nur: 51)

     

    1. Memiliki Kasih Sayang dan Kepedulian terhadap Sesama

    Orang yang berada di jalan yang benar bukan hanya taat secara pribadi, tetapi juga peduli terhadap orang lain: membantu yang lemah, menolong yang kesusahan, dan mendoakan kebaikan bagi sesama.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.”
    (HR. Bukhari dan Muslim)

     

    1. Sabar dalam Ujian dan Tidak Mudah Putus Asa

    Jalan yang benar tidak selalu mudah; penuh ujian, godaan, dan rintangan. Tanda seorang mukmin sejati adalah kesabarannya dalam menghadapi cobaan, serta keyakinannya bahwa pertolongan Allah pasti datang.

    Dalil:

    “Dan bersabarlah; sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.”
    (QS. Hud: 115)

     

    1. Selalu Bertaubat dan Memperbaiki Diri

    Tidak ada manusia yang bebas dari dosa. Namun, orang yang diridhai Allah selalu segera kembali dan memperbaiki kesalahannya. Taubatnya bukan sekadar lisan, tapi disertai perubahan perilaku.

    Dalil:

    “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.”
    (QS. Al-Baqarah: 222)

     

    1. Menjaga Waktu dan Memanfaatkannya untuk Kebaikan

    Waktu adalah modal hidup. Orang yang berada di jalan yang benar tidak menyia-nyiakannya untuk perkara yang sia-sia. Ia memanfaatkan waktunya untuk ilmu, amal, keluarga, dan ibadah.

    Dalil:

    “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.”
    (QS. Al-‘Asr: 1-3)

     

    1. Berpegang pada Ilmu dan Menolak Kebodohan

    Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan. Orang yang diridhai Allah belajar agama dari sumber yang benar, mengamalkannya, dan menyebarkannya. Ia tidak mau beramal tanpa ilmu atau ikut-ikutan buta.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah pahamkan dia dalam agama.”
    (HR. Bukhari dan Muslim)

     

    1. Hatinya Selalu Mengingat Allah (Dzikir)

    Tanda terakhir: hati yang selalu hidup dengan dzikir. Tidak ada hari tanpa mengingat Allah, baik di waktu lapang maupun sempit. Dzikir menjaga hati tetap jernih, kuat, dan terarah.

    Dalil:

    “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
    (QS. Ar-Ra’d: 28)

     

    Langkah Menjaga Diri agar Tetap di Jalan yang Benar

    1. Perbaharui niat setiap hari — luruskan tujuan hanya karena Allah.
    2. Shalat tepat waktu dan berjamaah bila memungkinkan.
    3. Perbanyak doa memohon hidayah: “Ya Muqallibal qulub, tsabbit qalbi ‘ala dinik.”
    4. Jauhkan diri dari lingkungan yang buruk dan pilih teman yang shalih.
    5. Muroja’ah diri setiap malam: evaluasi amal harian.

     

    Penutup

    Berada di jalan yang benar adalah nikmat terbesar yang hanya diberikan kepada hamba yang Allah kehendaki. Tanda-tanda yang telah disebutkan bukan sekadar daftar untuk dihafal, melainkan cermin untuk mengoreksi diri. Jika kita mendapati tanda-tanda itu mulai tumbuh dalam diri, syukurilah dan mintalah kepada Allah agar tetap istiqamah. Jika belum, jangan putus asa; pintu hidayah selalu terbuka selama nyawa belum sampai di kerongkongan.

    Allah berfirman:

    وَٱلَّذِينَ ٱهۡتَدَوۡاْ زَادَهُمۡ هُدٗى وَءَاتَىٰهُمۡ تَقۡوَىٰهُمۡ

    “Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya.”
    (QS. Muhammad: 17)

    Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk orang yang selalu berada di jalan yang benar dan diridhai-Nya hingga akhir hayat. Aamiin.

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo )

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top