Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Tiga Cara Menghilangkan Kesusahan.

    Okt 16 2024140 Dilihat

    Tiga cara menghilangkan Kesusahan menurut Imam An-Nawawi al-Bantani.

     

    Imam An-Nawawi al-Bantani, seorang ulama terkenal, memberikan beberapa panduan dalam mengatasi kesusahan. Berikut adalah tiga cara yang dapat diambil menurut ajaran beliau:

    1. Bersabar dan Tawakkal
    • Menghadapi kesusahan dengan sabar dan penuh tawakkal kepada Allah. Sabar adalah kunci untuk tetap tenang dalam menghadapi ujian, sedangkan tawakkal mengajarkan kita untuk menyerahkan hasil kepada Allah setelah berusaha.
    1. Memperbanyak Doa
    • Memanjatkan doa kepada Allah dengan penuh harapan dan keyakinan bahwa Allah akan membantu. Doa adalah sarana untuk mengungkapkan segala keluh kesah dan memohon pertolongan-Nya.
    1. Meningkatkan Ibadah
    • Memperbanyak ibadah, seperti sholat, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir. Ibadah yang konsisten dapat mendatangkan ketenangan hati dan memperkuat hubungan dengan Allah, sehingga kesusahan terasa lebih ringan.

    Dengan menerapkan ketiga cara ini, diharapkan seseorang dapat lebih mudah mengatasi kesusahan dan menemukan jalan keluar yang terbaik. Semoga kita semua selalu diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian hidup.

     

    Pertama Mengingat Allah SWT.

    Mengingat Allah SWT adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk mengatasi kesusahan dan menemukan ketenangan dalam hidup. Berikut adalah beberapa aspek penting terkait mengingat Allah:

    1. Ketenangan Hati
    • Mengingat Allah, melalui dzikir dan doa, dapat memberikan ketenangan jiwa. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’d: 28).
    1. Kedekatan dengan Allah
    • Dengan selalu mengingat Allah, kita memperkuat hubungan spiritual kita. Ini membantu kita merasakan kehadiran-Nya dalam setiap aspek kehidupan, terutama saat menghadapi kesulitan.
    1. Mendapatkan Pertolongan
    • Mengingat Allah dengan sungguh-sungguh membuka jalan bagi pertolongan-Nya. Ketika kita berdoa dan memohon, Allah mendengarkan dan memberikan bantuan sesuai dengan kebijaksanaan-Nya.
    1. Memberikan Perspektif Positif
    • Ketika kita mengingat Allah, kita dapat lebih mudah melihat sisi positif dari setiap kesulitan. Hal ini membantu kita untuk tetap optimis dan berfokus pada solusi.
    1. Meningkatkan Kualitas Ibadah
    • Mengingat Allah mendorong kita untuk lebih aktif dalam beribadah. Ibadah yang dilakukan dengan kesadaran penuh akan menghasilkan ketenangan dan kedamaian.
    1. Menjauhkan Diri dari Pikiran Negatif
    • Dengan selalu mengingat Allah, kita bisa mengalihkan pikiran dari masalah dan kesusahan yang ada. Ini membantu kita untuk tetap tenang dan tidak terjebak dalam kecemasan.
    1. Dzikir Sehari-hari
    • Praktikkan dzikir harian, seperti membaca tasbih, shalawat, dan doa-doa tertentu. Ini akan membantu menjaga pikiran kita tetap terfokus pada Allah.

    Mengingat Allah SWT adalah kunci untuk menemukan ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Semoga kita semua dapat senantiasa mengingat-Nya dalam setiap langkah dan keputusan kita.

     

    Kedua. menemui Para Wali Allah.

     

    Menemui para wali Allah atau ulama yang saleh juga merupakan salah satu cara untuk mencari ketenangan dan mengatasi kesusahan. Berikut adalah beberapa manfaat dan cara yang bisa diambil dari pertemuan dengan mereka:

    1. Mendapatkan Nasihat dan Bimbingan
    • Para wali Allah dan ulama memiliki pengalaman dan pengetahuan yang dalam tentang kehidupan dan spiritualitas. Nasihat mereka bisa membantu kita dalam menghadapi masalah.
    1. Mendapatkan Motivasi Spiritual
    • Pertemuan dengan orang-orang yang dekat dengan Allah dapat memotivasi kita untuk meningkatkan iman dan amal. Mereka bisa menjadi teladan yang baik dalam menjalani hidup.
    1. Mendengarkan Pengalaman dan Kisah Inspiratif
    • Banyak wali Allah yang memiliki kisah hidup yang inspiratif. Mendengar perjalanan hidup mereka dapat memberi kita harapan dan keinginan untuk terus berusaha.
    1. Menjalin Silaturahmi
    • Berinteraksi dengan para wali Allah dan komunitas mereka dapat mempererat hubungan sosial dan spiritual, memberikan dukungan moral saat kita menghadapi kesulitan.
    1. Doa yang Mustajab
    • Para wali Allah sering kali memiliki doa yang mustajab. Meminta mereka untuk mendoakan kita dapat menjadi cara untuk mendapatkan pertolongan dari Allah.
    1. Menambah Ilmu Agama
    • Menghadiri majelis ilmu atau pengajian yang dipimpin oleh wali Allah dapat memperkaya pengetahuan kita tentang agama dan meningkatkan pemahaman kita tentang kehidupan.
    1. Mendapatkan Ketenangan Hati
    • Kehadiran orang-orang saleh di sekitar kita dapat memberikan rasa aman dan tenang, serta meningkatkan semangat untuk beribadah dan berbuat baik.
    1. Refleksi Diri
    • Diskusi dengan para wali Allah seringkali mengajak kita untuk merenung dan memperbaiki diri, sehingga kita dapat lebih baik dalam menjalani hidup.

    Dengan menemui para wali Allah dan menjalin hubungan dengan mereka, kita dapat menemukan banyak manfaat yang membantu kita mengatasi kesusahan dan meningkatkan kualitas spiritual kita. Semoga kita selalu dikelilingi oleh orang-orang yang membawa kebaikan dalam hidup kita.

     

    Siapa yang dimaksud para wali Allah SWT adalah para ulama dan orang-orang sholeh.

    Para wali Allah SWT adalah orang-orang yang dekat dengan Allah dan memiliki keistimewaan dalam iman dan amal. Mereka seringkali dikenal karena ketakwaan, akhlak yang baik, dan pengabdian mereka kepada Allah. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang siapa yang dimaksud dengan para wali Allah:

    1. Ulama
    • Pakar Agama: Para ulama adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan mendalam tentang agama Islam. Mereka mengajarkan ajaran Allah dan Rasul-Nya serta memberikan nasihat berdasarkan pemahaman yang benar.
    • Contoh Keteladanan: Ulama menjadi contoh bagi umat dalam menjalani kehidupan sesuai syariat. Mereka sering kali menunjukkan akhlak yang baik dan disiplin dalam beribadah.
    1. Orang-orang Sholeh
    • Amal Baik: Orang-orang sholeh adalah mereka yang senantiasa berusaha untuk melakukan amal baik, menjauhi dosa, dan selalu mengingat Allah dalam setiap langkah hidup mereka.
    • Kehidupan yang Sederhana: Banyak wali Allah hidup dengan sederhana, fokus pada ibadah dan berbuat kebaikan tanpa mengharapkan pujian dari manusia.
    1. Ciri-ciri Para Wali
    • Ketaqwaan: Mereka memiliki ketaqwaan yang tinggi dan selalu berusaha untuk meningkatkan ibadah serta kedekatan kepada Allah.
    • Keikhlasan: Wali Allah beramal dengan ikhlas, tanpa mengharapkan imbalan dari manusia. Mereka melakukan segala sesuatu hanya karena Allah.
    • Kedamaian Hati: Orang-orang sholeh sering kali memiliki ketenangan dan kedamaian dalam jiwa, meskipun menghadapi berbagai ujian dalam hidup.
    1. Pengaruh Positif
    • Kehadiran dan pengaruh para wali Allah di sekitar kita dapat memberikan inspirasi, motivasi, dan dorongan untuk berbuat baik serta memperbaiki diri.
    1. Doa dan Pertolongan
    • Doa para wali Allah dianggap mustajab. Meminta doa dari mereka dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan pertolongan dalam kesulitan.

    Dengan memahami dan menghargai peran para wali Allah, kita diharapkan dapat lebih termotivasi untuk menjalani hidup dengan lebih baik, mengikuti jejak mereka dalam beribadah, dan meningkatkan keimanan. Semoga kita bisa dikelilingi oleh orang-orang sholeh dan mendapatkan bimbingan mereka.

     

    Ketiga. Mendengar nasehat hukama’

    Mendengar nasihat dari para hukama’ (bijak) adalah langkah penting dalam mengatasi kesusahan dan mendapatkan pencerahan. Berikut adalah beberapa poin penting mengenai hal ini:

    1. Penuh Hikmah dan Pengalaman
    • Para hukama’ biasanya memiliki pengalaman hidup yang luas dan wawasan yang mendalam. Nasihat mereka sering kali berisi hikmah yang dapat membantu kita melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda.
    1. Memberikan Perspektif Baru
    • Nasihat dari para bijak dapat membuka pikiran kita terhadap solusi yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya. Mereka dapat membantu kita untuk lebih rasional dan tenang dalam menghadapi kesulitan.
    1. Motivasi dan Inspirasi
    • Mendengarkan kisah dan nasihat para hukama’ dapat memberikan motivasi dan inspirasi untuk terus berjuang, meskipun menghadapi tantangan.
    1. Peringatan dan Renungan
    • Banyak nasihat bijak yang berfungsi sebagai pengingat untuk kita tidak terjebak dalam kesedihan atau kecemasan. Mereka mengajak kita untuk merenung tentang hidup dan tujuan kita.
    1. Mengajarkan Kesabaran dan Ketahanan
    • Para hukama’ sering kali menekankan pentingnya kesabaran dan ketahanan dalam menghadapi ujian hidup. Mereka mengajarkan bahwa setiap kesulitan memiliki hikmah di baliknya.
    1. Mendukung Pertumbuhan Spiritual
    • Nasihat yang diberikan dapat membantu kita dalam perjalanan spiritual, mengarahkan kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan ibadah.
    1. Membangun Hubungan Sosial yang Baik
    • Mendengarkan nasihat dari orang-orang bijak juga memperkuat hubungan sosial, karena kita belajar untuk menghargai pandangan dan pengalaman orang lain.
    1. Belajar dari Kesalahan
    • Para hukama’ seringkali berbagi pengalaman mereka sendiri, termasuk kesalahan yang pernah dilakukan. Ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

    Dengan mendengarkan nasihat dari para hukama’, kita dapat memperoleh banyak pelajaran dan wawasan yang berharga untuk menghadapi kesulitan dan memperbaiki diri. Semoga kita senantiasa terbuka untuk menerima nasihat yang baik dan bijak dalam hidup kita.

    ( DR Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo)

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top