Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Jembatan Antara Harapan dan Kenyataan: Disiplin, Komitmen dan Antusiasme

    Mei 22 2025115 Dilihat

    Jembatan Antara Harapan dan Kenyataan: Disiplin, Komitmen, dan Antusiasme

    Dr. Nasrul Syarif M.Si

    “Harapan tanpa usaha hanyalah mimpi kosong. Kenyataan yang diimpikan hanya akan tercapai bila kita meniti jembatan yang kokoh: disiplin, komitmen, dan antusiasme.”

    Harapan: Cahaya yang Membimbing Jiwa

    Setiap insan memiliki harapan. Harapan adalah nyala lentera dalam gulita kehidupan. Ia yang membuat seseorang tetap bertahan dalam keterbatasan, menatap masa depan dengan mata basah namun hati penuh keyakinan. Seorang ibu berharap anaknya sukses. Seorang guru berharap muridnya menjadi pribadi berguna. Seorang dai berharap umat semakin dekat dengan Allah. Namun harapan, tanpa tindakan, akan tetap tinggal harapan.

    Allah SWT berfirman:

    > “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
    (QS. Ar-Ra’d: 11)

    Ini adalah hukum perubahan ilahi. Harapan harus dilanjutkan dengan usaha yang sungguh-sungguh. Di sinilah jembatan itu dibangun.

    Disiplin: Pilar Pertama Pembangun Jembatan

    Disiplin adalah kemampuan menahan diri dari hal-hal yang merusak fokus, dan konsisten menunaikan tanggung jawab meskipun tidak ada yang mengawasi. Disiplin menjadikan harapan tidak sekadar ide abstrak, tapi terwujud dalam rutinitas dan kebiasaan.

    Para salafush shalih dikenal dengan kedisiplinan dalam ibadah. Imam Syafi’i misalnya, hafal Al-Qur’an sejak kecil karena kedisiplinannya mengulang-ulang ayat setiap hari. Bahkan, dalam urusan dunia pun, kedisiplinan adalah fondasi keberhasilan. Tidak ada ilmuwan, pengusaha, atau pemimpin besar yang tidak memiliki kedisiplinan dalam hidupnya.

    Komitmen: Kesetiaan Terhadap Jalan Panjang

    Komitmen berarti tetap setia berjalan dalam suka dan duka. Banyak yang memulai dengan semangat, namun sedikit yang menyelesaikan perjalanan karena kurangnya komitmen.

    Komitmen diuji saat hasil tak kunjung datang, saat orang lain meninggalkan, dan saat jalan terasa gelap. Tapi justru dalam kegelapan itu, komitmen menunjukkan nilainya.

    Nabi Nuh AS berdakwah selama 950 tahun—bukan sehari dua hari. Ia tidak menyerah meski jumlah pengikutnya sedikit. Mengapa? Karena ia memiliki komitmen kepada Allah dan misinya. Begitu pula setiap dai, pemimpin, dan pejuang di jalan kebenaran—mereka berdiri di atas pondasi komitmen.

    Antusiasme: Api yang Membakar Kelesuan

    Disiplin dan komitmen tanpa antusiasme akan terasa kering. Antusiasme adalah ruh dalam amal. Ia menyalakan semangat ketika tubuh lelah. Ia menyemarakkan hati saat semua terasa sunyi.

    Antusiasme tumbuh dari kesadaran bahwa yang kita lakukan adalah bernilai, bukan hanya di dunia, tapi juga di sisi Allah. Seorang guru yang mengajar dengan antusiasme akan menularkan semangat pada murid-muridnya. Seorang dai yang berbicara dengan gairah ruhani akan membangkitkan hati-hati yang sedang tertidur.

    Jadikan setiap hari sebagai kesempatan baru untuk menyalakan kembali semangat. Ingat bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan niat yang benar akan menjadi ladang pahala, bahkan jika hasilnya belum terlihat.

    Menyempurnakan Harapan dengan Amal Nyata

    Kita tidak hanya diminta untuk berharap. Kita diperintahkan untuk berusaha. Rasulullah SAW adalah teladan dalam membangun harapan dengan langkah nyata. Beliau tidak hanya mendoakan kemenangan Islam, tapi juga memimpin langsung di medan Badar, Uhud, dan Khandaq. Beliau tidak hanya berharap umat ini selamat, tapi setiap malam menangis memohonkan ampunan bagi umatnya.

    Di sinilah letak pelajaran besar: jembatan antara harapan dan kenyataan hanya akan kuat jika dibangun dengan disiplin yang konsisten, komitmen yang kokoh, dan antusiasme yang menyala.

    Penutup: Untuk Umat yang Ingin Bangkit

    Wahai umat Islam, kita tidak kekurangan harapan. Yang kita butuhkan adalah lebih banyak orang-orang yang berdisiplin, berkomitmen, dan bersemangat dalam membangun masa depan. Umat ini akan bangkit bukan hanya karena impian besar, tapi karena tindakan kecil yang dilakukan setiap hari dengan konsistensi dan keikhlasan.

    Mari kita mulai hari ini. Bangun jembatan itu. Lintasi dengan tekad. Dan jemput kenyataan yang selama ini hanya menjadi harapan.

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo )

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    • Fiftina berkata:

      Artikel ini mengingatkan bahwa disiplin, komitmen, dan antusiasme adalah kunci mewujudkan harapan jadi kenyataan.

    • A. Ubaidillah A. berkata:

      Artikel yang Begitu membuat kesan membangun diri sebagai muslim yang lebih kompeten

    • A. Ubaidillah A. berkata:

      Artikel yang Begitu membuat kesan membangun diri sebagai muslim yang lebih kompeten

    • Tasya Aida Hafizah berkata:

      Selain memiliki harapan,kita juga harus memiliki kesanggupan dan kemauan yang besar,dgn adanya artikel ini menjadi penunjang bagi para orang” yg terkadang hendak patah semangat

    • Fadillah nurul ikhsani berkata:

      Sangat memberi wawasan pak

    • Alifyo Rindra Rashif berkata:

      Masyallah

    • azka chusnayaina berkata:

      Artikel ini memberikan gambaran yang jelas bahwa mimpi tidak akan pernah menjadi nyata tanpa adanya jembatan kuat berupa disiplin, komitmen, dan antusiasme. Disiplin membantu kita tetap konsisten, komitmen menjaga kita tetap setia pada tujuan, dan antusiasme memberi semangat di tengah tantangan. Tiga hal ini bukan hanya teori, tapi fondasi nyata dalam meraih harapan dan menghadapi kenyataan hidup dengan sikap positif dan bertanggung jawab.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top