Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Keutamaan SholatDhuha : Rezeki, Ampunan, dan Kedekatan dengan Allah

    Mei 02 202580 Dilihat

    Keutamaan Sholat Dhuha: Rezeki, Ampunan, dan Kedekatan dengan Allah

    Oleh: Dr. Nasrul Syarif, M.Si

     

    Sholat Dhuha adalah salah satu ibadah sunnah yang sering terabaikan, padahal menyimpan keutamaan besar dalam urusan dunia dan akhirat. Ia dilakukan pada waktu pagi setelah matahari terbit hingga menjelang dzuhur. Waktu-waktu di mana manusia sibuk mengejar dunia, namun hamba-hamba pilihan justru mendekat kepada Rabb-nya.

    1. Menarik Rezeki dan Menghilangkan Kefakiran

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Sholat Dhuha dapat menarik rezeki dan menghilangkan kefakiran.”
    (HR. Ash-Shafuri)

    Sholat ini menjadi wasilah bagi dibukanya pintu-pintu keberkahan. Bukan hanya materi, tetapi juga kelapangan jiwa, kecukupan hati, dan ketenangan batin. Sholat Dhuha mengajarkan bahwa memulai hari dengan menyandarkan rezeki kepada Allah lebih utama daripada hanya sibuk mengejar dunia.

    1. Shodaqoh untuk Seluruh Persendian Tubuh

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Setiap pagi, setiap ruas tulang manusia wajib disedekahi. Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang dari kemungkaran adalah sedekah. Dan itu semua bisa diganti dengan dua rakaat Sholat Dhuha.”
    (HR. Muslim)

    Sholat Dhuha menjadi bentuk syukur dan sedekah spiritual atas nikmat fisik dan kehidupan yang Allah berikan setiap hari.

    1. Dicatat sebagai Ahli Ibadah Sepanjang Hari

    Dalam hadits qudsi, Allah berfirman:

    “Wahai anak Adam, rukuklah kepada-Ku pada awal siang empat rakaat, niscaya Aku cukupkan kebutuhanmu di sepanjang hari.”
    (HR. Tirmidzi)

    Ini adalah janji ilahi: siapa yang mengawali hari dengan ibadah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya. Cukuplah ini menjadi motivasi spiritual untuk menjadikan Sholat Dhuha sebagai amalan rutin.

    1. Mendapatkan Rumah di Surga

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Barang siapa yang menjaga Sholat Dhuha, maka akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga.”
    (HR. Thabrani)

    Ini menunjukkan betapa besar nilai dua atau empat rakaat ini di sisi Allah, meskipun hanya dikerjakan dalam waktu singkat. Surga menjadi balasan bagi mereka yang istiqamah menghidupkannya.

     

    Refleksi: Awali Harimu dengan Cahaya Dhuha

    Sholat Dhuha bukan hanya rutinitas spiritual, tetapi bentuk penyerahan diri kepada Allah. Ia adalah cara untuk memulai hari dengan penuh berkah, menyerahkan rezeki kepada Sang Maha Memberi, dan menjernihkan hati dari ketergantungan dunia.

    Di tengah kesibukan pagi, luangkanlah sejenak untuk Sholat Dhuha.
    Dua rakaat bisa membuka pintu langit untukmu.
    Empat rakaat bisa mencukupkan seluruh keperluanmu hari itu.
    Dan istiqamah dengannya bisa mengantar kita menuju surga.

    Amal tanpa ingat mati takkan membekas, tapi dengan benar-benar ingat mati, amal bagikan ayunan kapak raksasa.

    Amal Tanpa Ingat Mati

    “Amal tanpa ingat mati takkan membekas,
    tapi dengan benar-benar ingat mati,
    amal bagaikan ayunan kapak raksasa,
    yang menebas akar cinta dunia dan membelah jalan menuju akhirat.”

    Tanpa dzikrul maut (ingat mati), amal bisa kehilangan arah. Ia menjadi rutinitas kosong, ibadah mekanis, atau bahkan alat pamer kesalehan. Tapi jika kematian senantiasa di hadapan mata, amal menjadi sungguh-sungguh, penuh getaran hati, dan mengguncang jiwa.

    Mengingat mati adalah pembuka kesadaran tertinggi — bahwa dunia ini bukan tempat tinggal, melainkan tempat singgah. Amal yang lahir dari kesadaran itu tak hanya berdampak, tapi menghantarkan jiwa menuju Allah dengan tenang.

    “Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan: kematian.”
    (HR. Tirmidzi)

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top