Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Sukses Ditentukan oleh Lima Tangan : Jalan Menuju Hidup yang Bermakna.

    Mei 02 202579 Dilihat

    Sukses Ditentukan oleh Lima Tangan: Jalan Menuju Hidup yang Bermakna

    Oleh: Dr. Nasrul Syarif, M.Si

     

    “Tidak ada kesuksesan sejati tanpa perjuangan, tidak ada perjuangan yang sia-sia jika dijalani dengan keikhlasan.”

    Sukses bukanlah sebatas capaian materi atau sorotan dunia. Sukses yang hakiki adalah keberhasilan dalam menjalani peran hidup sesuai nilai-nilai kebenaran, kebaikan, dan kebermanfaatan. Dalam refleksi kehidupan, kita akan memahami bahwa sukses ditentukan oleh lima tangan: tantangan, garis tangan, campur tangan, usaha tangan, dan buah tangan. Inilah lima pilar yang menopang makna kehidupan yang penuh berkah.

     

    1. Tantangan: Gerbang Awal Menuju Pendewasaan

    Hidup tidak pernah lepas dari tantangan. Ia adalah bagian dari sunatullah yang tak bisa dihindari. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

    “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu?”
    (QS. Al-Baqarah: 214)

    Tantangan bukan untuk melemahkan, tetapi untuk menguatkan. Ia memurnikan niat dan mempertegas arah. Ujian hidup mengajarkan kita untuk lebih sabar, lebih kuat, dan lebih mengenal siapa diri kita sebenarnya. Tanpa tantangan, jiwa akan rapuh dan tak mampu menanggung amanah keberhasilan.

     

    1. Garis Tangan: Takdir Allah yang Penuh Hikmah

    Garis tangan adalah simbol dari takdir, sesuatu yang sudah ditetapkan Allah sejak kita dalam kandungan. Namun takdir bukan berarti pasrah tanpa usaha. Ia adalah panggung untuk mengerahkan seluruh potensi.

    Imam Hasan Al-Bashri pernah berkata:

    “Takdir itu adalah rahasia Allah. Tugas kita adalah beramal sebaik-baiknya, lalu menyerahkan hasilnya kepada-Nya.”

    Garis tangan bukan batasan, tetapi jalur yang bisa dihiasi dengan amal. Dengan doa, ikhtiar, dan tawakal, kita bisa mengukir kisah hidup yang luar biasa, bahkan dalam kondisi yang tak ideal sekalipun.

     

    1. Campur Tangan: Peran Orang Lain dalam Keberhasilan

    Tidak ada manusia yang sukses sendirian. Ada campur tangan orang tua yang mendoakan di sepertiga malam, guru yang membimbing dalam diam, sahabat yang menyemangati, dan tentu saja campur tangan Ilahi yang menyentuh hati di waktu yang tak disangka.

    Sukses sejati harus mengakui dan menghargai peran orang lain. Karena keberhasilan yang egoistik, yang melupakan jasa dan dukungan sesama, hanya akan melahirkan kesombongan yang membinasakan.

     

    1. Usaha Tangan: Ikhtiar yang Tak Pernah Lelah

    Inilah pilar utama dari kesuksesan. Usaha tangan berarti kerja keras, ketekunan, disiplin, dan semangat pantang menyerah. Rasulullah SAW bersabda:

    “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang jika bekerja, ia menyempurnakan pekerjaannya.”
    (HR. Thabrani)

    Sukses bukan milik mereka yang hanya mengeluh, tapi milik mereka yang bekerja dengan tulus, penuh tekad, dan kesabaran. Bahkan Nabi Muhammad SAW sendiri, sebagai kekasih Allah, bekerja keras sejak kecil, menggembala kambing hingga berdagang ke Syam.

     

    1. Buah Tangan: Warisan Kebaikan yang Tertinggal

    Akhir dari kesuksesan bukanlah kekayaan atau jabatan, tetapi buah tangan—yakni apa yang kita wariskan untuk umat. Apakah itu ilmu yang bermanfaat, amal jariyah, atau akhlak mulia yang menjadi teladan?

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Jika anak Adam mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.”
    (HR. Muslim)

    Buah tangan adalah nilai yang terus hidup walau jasad telah tiada. Ia adalah bekal untuk kehidupan abadi di akhirat. Maka sukses yang sejati adalah ketika kehidupan kita memberi makna, menebar manfaat, dan menginspirasi banyak orang.

     

    Penutup: Jalan Lurus Menuju Kesuksesan yang Diridhai

    Wahai jiwa-jiwa yang rindu keberhasilan, jangan takut pada tantangan, jangan menyerah pada takdir, jangan abaikan campur tangan orang lain, jangan lelah berusaha, dan jangan hidup tanpa buah tangan.

    Kita bukan hanya diciptakan untuk sukses duniawi, tetapi juga untuk menjadi cahaya di tengah gelapnya zaman. Mari kita pegang erat lima tangan itu—karena dari sanalah, Allah membukakan pintu-pintu keberkahan yang tak pernah kita duga.

    “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”
    (QS. Ibrahim: 7)

    Semoga Allah memberikan kita kesuksesan yang diridhai dan keberhasilan yang melahirkan kedekatan dengan-Nya.

    ( Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana  UIT  Lirboyo )

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top