Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Tips Menulis Buku , Novel dan Artikel.

    Mei 01 202582 Dilihat

    Tips Menulis Novel yang Menginspirasi dan Mencerahkan

     

    Berikut adalah Tips Menulis Novel yang Menginspirasi dan Mencerahkan, khususnya bagi penulis yang ingin menyentuh hati pembaca dan meninggalkan jejak spiritual atau nilai luhur dalam karya mereka:

     

    1. Mulailah dengan Niat yang Tulus

    “Niat adalah ruh dari setiap amal.”

    Sebelum menulis, tanyakan pada dirimu: “Apa yang ingin aku sampaikan kepada pembaca?” Jika niatmu adalah memberi manfaat, membangun kesadaran, atau menyebarkan nilai-nilai kebaikan, maka tulisanmu akan mengandung ruh yang hidup. Pembaca bisa merasakannya, walau tanpa engkau menyadarinya.

     

    1. Bangun Tokoh yang Berkembang secara Ruhani

    Tokoh utama dalam novel inspiratif biasanya mengalami perjalanan batin (inner journey)—dari krisis menuju pemahaman, dari keraguan menuju keyakinan, dari keterpurukan menuju cahaya.

    Buatlah karakter yang:

    • Punya kelemahan manusiawi,
    • Mengalami pergolakan emosi atau pencarian makna,
    • Menemukan jawaban melalui pengalaman, hikmah, atau bimbingan ruhani.

    Tokoh seperti ini akan menggugah empati pembaca dan memantulkan cermin bagi hati mereka sendiri.

     

    1. Sisipkan Nilai, Bukan Sekadar Ceramah

    Novel yang mencerahkan tidak berkhotbah secara langsung, tapi membiarkan pembaca menemukan hikmah lewat:

    • Dialog yang jujur dan menyentuh,
    • Narasi yang halus tapi dalam,
    • Adegan-adegan penuh makna yang tidak menggurui.

    Kekuatan cerita terletak pada simbol, konflik, dan resolusi yang menyentuh, bukan hanya kutipan-kutipan religius.

     

    1. Hadirkan Momen Refleksi

    Buatlah tokoh merenung setelah sebuah kejadian, kehilangan, atau pertemuan. Refleksi dalam bentuk monolog, doa, atau percakapan batin membuat cerita terasa lebih dalam.

    Contoh:

    “Mungkin selama ini aku terlalu sibuk mengejar dunia, sampai lupa bagaimana rasanya tenang hanya karena dzikir.”

    Kalimat-kalimat seperti ini menjadi jembatan antara pembaca dan kejujuran batin mereka sendiri.

     

    1. Ambil Referensi dari Kehidupan Nyata dan Sumber Hikmah

    Kisah nyata tentang perjuangan, keteguhan iman, dan ketulusan bisa menjadi sumber inspirasi. Anda juga bisa menyisipkan nilai dari:

    • Al-Qur’an dan hadis (secara naratif),
    • Kisah para nabi atau salafush shalih,
    • Kitab-kitab tasawuf atau hikmah para arif.

    Namun tetap bungkus dalam cerita, bukan dalam format khotbah.

     

    1. Konflik Batin Lebih Kuat dari Sekadar Konflik Luar

    Konflik luar (kemiskinan, penolakan, penyakit) akan lebih berdampak jika diikuti oleh konflik batin (rasa takut, kecewa pada takdir, pergulatan iman). Di sinilah momen penyadaran bisa tumbuh secara alami.

     

    1. Tulis dengan Hati, Bukan Hanya Teknik

    Teknik menulis penting, tapi ketulusan lebih penting dalam novel yang menginspirasi. Ketika kamu menulis dari hati yang sedang merasakan Allah, merindukan kebaikan, atau ingin membawa orang lain kepada cahaya—energi itu akan mengalir ke tulisanmu.

     

    1. Akhiri dengan Harapan, Bukan Dogma

    Akhiran yang mencerahkan adalah yang:

    • Membuka pintu harapan dan perubahan,
    • Tidak memaksakan kebenaran, tapi mengajak dengan kelembutan,
    • Membiarkan pembaca tersenyum sambil menatap langit.

     

    Penutup: Jadikan Tulisanmu Ladang Amal

    Menulis novel yang mencerahkan adalah ibadah jika diniatkan sebagai jalan dakwah dan perbaikan umat. Novelmu bisa menjadi penyuluh hati yang gelap, pelipur lara jiwa yang terluka, dan penyambung orang kepada Tuhannya.

    “Dan barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti pelakunya.”
    (HR. Muslim)

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)

     

    Bagaimana kita bisa menulis artikel yang inspiratif, mencerahkan bahkan mampu memberikan semangat

    Menulis artikel yang inspiratif, mencerahkan, dan membangkitkan semangat bukan hanya soal keindahan bahasa, tetapi bagaimana tulisan itu menyentuh hati pembaca, membangkitkan kesadaran, dan memberi harapan. Berikut ini beberapa kunci penting yang bisa Anda gunakan:

     

    1. Tulis dari Ruang Ketulusan, Bukan Sekadar Pengetahuan

    Inspirasi lahir dari ketulusan jiwa. Artikel yang mencerahkan biasanya ditulis oleh seseorang yang:

    • Mengalami sendiri makna dari apa yang ia tulis,
    • Meresapi hikmah dari kejadian-kejadian hidup,
    • Tulus ingin menyampaikan cahaya kepada orang lain.

    Tips: Sebelum menulis, bertanyalah dalam hati:

    “Apa yang membuatku ingin menulis ini?”
    Jika jawabannya adalah “aku ingin orang lain merasa lebih baik, lebih dekat dengan Allah, atau lebih kuat menghadapi ujian,” maka itu awal yang bagus.

     

    1. Mulai dengan Realitas yang Dekat dengan Pembaca

    Gunakan pembukaan yang membumi dan jujur: misalnya kegelisahan, krisis yang umum, atau pertanyaan eksistensial seperti:

    “Pernahkah kamu merasa bahwa hidup ini berjalan, tapi jiwamu tertinggal di belakang?”

    Pembuka seperti ini akan langsung menghubungkan hati pembaca dengan isi artikel.

     

    1. Berikan Sudut Pandang yang Menumbuhkan

    Artikel inspiratif harus:

    • Menggugah, bukan menghakimi.
    • Menumbuhkan harapan, bukan memperparah luka.
    • Memberi arah, bukan hanya mengurai masalah.

    Misalnya:

    • Jangan hanya katakan “jangan putus asa” — beri alasan spiritual dan rasional mengapa harapan itu masih ada.
    • Bukan sekadar berkata “sabar” — tapi tunjukkan bahwa sabar adalah bentuk kekuatan jiwa yang paling dalam.

     

    1. Sisipkan Ayat, Hadis, dan Kisah Hikmah

    Nilai spiritual dari Al-Qur’an, hadis Nabi, dan kisah para salaf bisa memperkuat pesan. Tapi, jangan gunakan secara kering. Tautkan ayat/hadis itu ke konteks yang hidup.

    Contoh:

    “Allah menyatakan dalam QS. Asy-Syu’ara: 88-89, bahwa pada Hari Kiamat tak ada yang menyelamatkan kecuali hati yang bersih (qalbun salīm). Inilah saatnya kita menyembuhkan luka batin dan mulai berjalan menuju-Nya, perlahan tapi pasti.”

     

    1. Ajak Pembaca Bergerak, Jangan Hanya Merenung

    Artikel yang membangkitkan semangat harus menyuntikkan aksi dan motivasi. Setelah konten reflektif, beri ajakan praktis, seperti:

    • “Mulailah hari ini dengan satu ayat Al-Qur’an yang kamu renungkan.”
    • “Jika kamu merasa jauh dari Allah, cukup ucapkan ‘ya Allah’ dengan hati yang jujur.”

    Tulisan yang menggerakkan pembaca, walau hanya satu langkah, jauh lebih kuat daripada tulisan yang hanya merenungi masalah.

     

    1. Tutup dengan Harapan dan Doa

    Akhiran yang menyentuh biasanya:

    • Memberi summary hikmah,
    • Menyampaikan harapan,
    • Menyisipkan doa lembut.

    Contoh:

    “Jika kamu sedang diuji, ingatlah bahwa Allah tidak pernah meninggalkanmu. Setiap luka akan sembuh, dan setiap tangis akan berganti dengan senyum yang lebih dalam. Semoga hatimu disinari cahaya iman dan langkahmu selalu dalam lindungan-Nya.”

     

    Contoh Struktur Singkat Artikel Inspiratif

    1. Pembuka: Krisis umum yang dekat dengan pembaca.
    2. Pencarian Makna: Refleksi dan kejujuran.
    3. Cahaya Hikmah: Ayat, hadis, atau kisah yang memberi arah.
    4. Ajakan Bertindak: Langkah konkret atau semangat baru.
    5. Penutup: Harapan dan doa.

     

    Persiapan apa saja yang harus kita lakukan sebelum Menulis sebuah buku.

    Menulis sebuah buku adalah perjalanan panjang dan bermakna—bukan hanya soal menulis, tetapi tentang mempersiapkan diri secara mental, intelektual, dan spiritual. Berikut adalah beberapa persiapan penting yang harus dilakukan sebelum menulis buku, agar prosesnya lancar, terarah, dan bermakna:

     

    1. Tentukan Tujuan Besar Penulisan Buku

    “Untuk siapa buku ini ditulis dan apa yang ingin saya capai melalui buku ini?”

    Tanyakan hal ini kepada dirimu sendiri. Buku yang ditulis dengan niat yang jelas dan tulus akan lebih kuat daya pengaruhnya. Beberapa tujuan umum:

    • Menyampaikan gagasan atau ilmu,
    • Menginspirasi dan mencerahkan orang lain,
    • Dakwah atau menyebarkan nilai kehidupan,
    • Meninggalkan warisan intelektual (legacy).

    Contoh niat tulus: Saya ingin buku ini menjadi cahaya kecil yang membantu orang lain lebih dekat dengan Allah.

     

    1. Tentukan Tema dan Audiens yang Spesifik

    Buku akan lebih fokus dan kuat jika memiliki:

    • Tema utama yang jelas (misalnya: sabar, kepemimpinan, tasawuf, motivasi islami),
    • Sasaran pembaca tertentu (remaja, ibu rumah tangga, mahasiswa, pekerja profesional, umat umum).

    Jangan menulis “untuk semua orang”—lebih baik pilih sasaran khusus agar pesan lebih terarah.

     

    1. Lakukan Riset Awal

    Meskipun idemu lahir dari pengalaman pribadi atau refleksi ruhani, riset tetap penting agar tulisanmu bernilai, berbobot, dan terpercaya.

    Riset bisa meliputi:

    • Buku dan referensi keilmuan (kitab, tafsir, hadis, artikel ilmiah),
    • Kisah nyata atau tokoh yang relevan,
    • Kutipan dari ulama atau cendekiawan,
    • Data pendukung jika dibutuhkan (untuk buku nonfiksi populer atau akademik).

     

    1. Susun Kerangka Isi Buku

    Kerangka ibarat peta perjalanan. Tanpa peta, penulis bisa tersesat dan kehilangan arah.

    Struktur umum buku nonfiksi:

    1. Pendahuluan (pengantar, latar belakang, pentingnya tema)
    2. Isi (dibagi dalam bab/subbab tematis yang terstruktur)
    3. enutup (simpulan, harapan, ajakan, refleksi)
    4. Lampiran / kutipan / daftar pustaka jika diperlukan

     

    1. Siapkan Mental dan Disiplin Waktu

    Menulis buku bukan pekerjaan satu malam. Dibutuhkan:

    • Komitmen waktu (misal 1–2 jam sehari),
    • Ketekunan walau sedang tidak “mood”,
    • Disiplin target, misalnya menulis 500–1000 kata per hari.

    Buat jadwal pribadi: pagi untuk menulis, malam untuk menyunting, atau akhir pekan untuk menyusun ulang bab.

     

    1. Pilih Gaya dan Suara Penulisan

    Apakah buku ini bernuansa:

    • Reflektif dan sufistik?
    • Akademik dan ilmiah?
    • Motivatif dan penuh semangat?
    • Naratif dan kisah nyata?

    Gaya tulisan akan menentukan cita rasa buku. Gaya reflektif, misalnya, cocok untuk buku ruhani dan inspirasi hidup.

     

    1. Bangun Koneksi Emosional dengan Calon Pembaca

    Sebelum menulis, coba bayangkan wajah pembacamu. Apa yang mereka rasakan saat membaca bukumu? Bingung, butuh motivasi, ingin mengenal Allah, atau sedang merasa hampa?

    Tulis seolah-olah kamu sedang berdialog dengan mereka—dengan hati, bukan hanya dengan pena.

     

    1. Persiapkan Catatan Inspirasi dan Kutipan

    Siapkan buku catatan atau folder digital berisi:

    • Kutipan ayat dan hadis pilihan,
    • Hikmah dari ulama atau sufi,
    • Cerita atau pengalaman pribadi yang menyentuh,
    • Pertanyaan reflektif yang bisa disisipkan dalam tulisan.

    Catatan ini akan memperkaya naskahmu dan menjadi sumber energi saat kamu kehabisan kata.

     

    1. Perkuat Ruhani: Doa dan Keikhlasan

    Buku yang menginspirasi bukan hanya hasil keterampilan, tapi juga buah dari kedalaman ruhani.

    Sebelum menulis, biasakan:

    • Shalat istikharah atau hajat memohon kelancaran menulis,
    • Berdzikir sebelum mulai mengetik,
    • Menjaga niat tetap ikhlas—bahwa ini bukan tentang ketenaran, tapi tentang manfaat.

     

    Penutup: Tulis dengan Cinta, Terbitkan dengan Doa

    Jika semua persiapan sudah dilakukan, jangan tunggu sempurna untuk mulai menulis. Kesempurnaan akan datang dari proses yang jujur dan terus berjalan.

    “Menulis buku bukan sekadar menyusun kata, tapi mewariskan cahaya.”
    — (Nasrul Syarif)

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku GiziSpiritual. Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo)

    Share to

    Related News

    Launching 54 Judul Buku Karya SMA Hang T...

    by Jul 24 2025

    ✨LAUNCHING 54 JUDUL BUKU!✨ Bersama Dr. Nasrul Syarif, M.Si, kami membuktikan bahwa Literasi adal...

    Mengapa Buku harus Ber-ISBN dan Bagaiman...

    by Jun 10 2025

    Mengapa Buku harus Ber-ISBN dan Bagaimana Persyaratannya.   Persyaratan Buku untuk Mendapat ISBN ...

    Proposal Penawaran Jasa Percetakan &...

    by Mei 01 2025

    PROPOSAL PENAWARAN JASA PERCETAKAN & PENERBITAN BUKU BER-ISBN Penerbit Jenggala Pustaka Utama. K...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top